Kamis, 28 Juni 2012

PEDAGANG SAYUR GENDONGPUN BISA NAIK HAJI


Banyak orang tidak mengira bahwa pedagang gendong mampu pergi ketanah suci. Sebut saja Ny Sitip Surohim, wanita kelahiran Banjarnegara, 1 Juli 1960 beralamat di Desa Paseh RT 05 / RW 02 adalah wanita yang bekerja sebagai pedagang kaki lima sejak tahun 1997.  Wanita perkasa ini setiap harinya berjalan keliling kampong membawa beban dagangan sayur-mayur seberat kurang lebih hamper seberat 80 kilo gram di punggung dan kedua tanganya dan berjalan tanpa alas kaki sejauh kuranglebih 5 kilo meter setiap harinya. Meskipun setiap hari melakukan aktifitas tersebut, Iatak pernah mengeluh dan tak Nampak merasakan sakit di punggunya dan serta Nampak ikhlas dalam menjalani hidupnya. Bahkan Anehnya,  Ia justru mengaku meraskan sakit jika sehari tak melakukan aktifitasnya tersebut.

Wanita pekerja keras ini mengawali rutinitas harinya dengan bangun pagi  jam 3 kemudian melakukan aktifitas sholat subuh dan setelah itu ia bergegas berangkat kepasar dengan berjalan kaki sejauh 2 kilo meter untuk menuju ketempat dimana biasanya angkot mangkal untuk kemudian pergi kepasar. Pukul 8 pagi setibanya dari pasar, kemudian Iaber keliling kampong membawa beban berat di punggung serta keduatanganya yang berisikan sayur-mayur. Ia berjualan hingga sore hari, tak jarang hingga petang hari menunggu daganganya habis karena jika tidak habis, Ia akan merugi karena sayuran adalah jenis dagangan yang mudah membusuk.

Berkat kegigihanya dalam menghadapi kehidupan ini, siapa sangka bahwa Ia telah terdaftar sebagai peserta jamaah haji dan akan berangkat ketanah suci tahun 2014. Ia memang punya impian yang kuat untuk pergi ketanah suci. Berawal dari impianya itulah, la luIabekerja keras dan sungguh-sungguh mengumpulkan kepingan demi kepinganuang logam hasil berjualanya untuk di sisihkan untuk biayanya pergi ketanah suci. Walhasil, apa yang dicita-citakanya punter capai. Sungguh luar biasa dan patut diacungi jempol untuk usahanya ini. Meskipun keinginanya sudah di depan mata dan seiring dengan maraknya pedagang sayur keliling yang menggunakan transportasi modern bertenaga mesin, tak mematahkan semangatnya untuk terus bekerja dan tetap mempertahankan tradisinya menggendong dagangan dipunggungnya tanpa merasa lelah untuk mengantarkan  sayuranya ketangan para pelangganya.

Mudah-mudahan dari cerita perjuangan hidup sederhana ini bermanfaat bagi para pembaca, memacu kita untuk terus berkarya, bersyukur dan menginspirasi pembaca untuk meraih cita-cita yang ingin anda capai.


1 komentar:

hendrik akay mengatakan...

super

Posting Komentar

 
Design by Ochan | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls