Kamis, 28 Juni 2012

PENGENDALIAN KARAT TUMOR PADA ALBASIA


Penyakit gall rust (karat tumor, karat paru) merupakan salah satu penyakit berbahaya bagi tanaman albasia (paraserianthes falcataria).  Adanya epidemi penyakit ini di Kabupaten Banjarnegara sebagai salah satu penghasil kayu albasia di Indonesia merupakan ancaman penurunan jumlah produksi pabrik kayu secara besar pada tahun mendatang. Desa Paseh sebagai salah satu penyuplai kayu albasia perlu berperan dalam menanggulangi hal tersebut dan mencarai strategi penyelamatan agar tahun kedepan Desa Paseh masih mampu menghasilkan dan menyuplai kayu albasia sekaligus membantu petani agar tidak merugi. Berikut adalah tips dalam mengendalikan karat tumor pada tanaman albasia.



DI TINGKAT PERSEMAIAN
1.       Biji albasia yang akan ditanam harus diketahui dengan jelas asal-usulnya, dipastikan dari pohon penghasil biji yang sehat, karena jamur dapat terbawa pada biji yang telah terinfeksi di tempat asalnya.
2.       Seleksi biji yang sehat dan memiliki kenampakan baik perlu dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit karat tumor pada semai. Penyemprotan dengan fungisida protektan pada biji harus dilakukan tiap 6 hari sekali (di dalam sel inang jamur karat akan memproduksi spora baru tiap 7 hari setelah infeksi ), sampai semai akan siap ditanam di lapangan.
3.       Semai yang menunjukan gejala harus diseleksi dan di singkirkan dari persemaian,dikumpulkan dalam lubang dan di timbun dalam tanah.
4.       Untuk menghindari resiko besar kerusakan oleh semai jamur karat, persemaian hendaknya dibuat di dataran rendah, terutama di bawah 300 m dpl dan tempat terbuka.
5.       Semai yang kuat pada umumnya akan memiliki ketahanan yang  lebih tinggi terhadap serangan jamur karat tumor. Dengan demikian, standar pembuatan semai yang berkualitas dan bagus perlu ditarapakan.
6.       Semai yang sehat dan kuat merupakan salah satu kunci utama penunjang keberhasilan pertumbuhan tanaman albsia yang baik, pengawasan kesehatan semai yang harus dilakukan oleh tenaga terlatih dan terdidik.
7.       Penggunan benih albsia yang telah diketahui tahan atau relative tahan terhadap penyakit karat tumor sangat dianjurkan.
8.       Mengingat gejala awal penyebab penyakit karat tumor di persemaian kadang tidak jelas dan secara sepintas hampir sama dengan tanaman sehat, maka tenaga yang terlibat dengan pembuatan semai perlu mendapatkan pelatihan khusus untuk mengenali gejala penyakit karat dan tumor tersebut.
9.       Sisa semai albasia yang tidak lagi digunakan di persemaian, sebaikanya dibuang dan di timbun di dalam tanah agar tidak menjadi inang bagi jamur karat dan sumber inomulum yang membahayakan bagi semai yang akan di usahakan pada berikutnya.
10.   Perlindungan semai sejak mulai diletakan di persamaian dengan penyemprotan menggunakan fungisida kontak yang kombinsai dengan fungisida sistematik yang sesuai sangat dianjurkan untuk mengurangi resiko infeksi dan terjadinya karat tumor.

PADA TANAMAN MUDA SEBELUM UMUR 1 TAHUN
1.       Tanaman muda yang telah menunjukan gejala karat tumor pada tingkat awal dan masih berpotensi untuk tumbuh denganbaik perlu segera dirawat. Penyemprotan dengan fungisida tyang sesuia terutama saat cuaca mendung namun tidak hujan, sdangst dianjurkan. Penyemprotan dapat dilakukan satu minggu sekali selama satu bulan. Setelah itu, intensitas penyemprotan dijarangkan menjadi dua minggu sekali selama dua bulan.
2.       Pemupukan dengan pupuk NPK perlu dilakukan untuk meningkatkan kekokohan tanaman. Namun proporsi unsur N (nitrogen) sebaiknya diturunkan, sedangkan proporsi unsur K (kalium) ditingkatkan, karena jamur karat merupakan parasit obligat, maka perkembangannya jamur akan intensif pada tanaman yang tumbuh subur. Pupuk N yang tinggi menyebabkan tanaman tumbuh cepat, sehingga lebih rentan terhadap serangan jamur karat. Sedangkan pupuk K, dapat berfungsi untuk meningkatkan kekerasan dan kerapatan sel-sel tanaman sehingga relatif akan lebih toleran terhadap infeksi oleh jamur karat.
3.       Tanaman muda yang menunjukan gejala karat tumor lanjut dan batangnya memiliki kenampakan yang tidak baik serta tidak prospektif, perlu segera dicabut, disingkirkan dari lapangan, dimasukan dalam lubang dan di timbun dalam tanah.
4.       Dilapangan, pembakaran tumor yang masih berwarna coklat segar dan spora yang masih aktif di permukanaanya, sangat tidak dibenarkan karena justru dapat menyebarkan spora aktif tersebut ke sekitaranya. Namun, pembakaran tanaman albasia yang telah kering dengan tumor berwarna hitam dan telah dikumpulkan ke dalam lubang tanah, dapat dibenarkan.
5.       Secara umum pembakaran tanaman, bagian tanaman, ataupun tumor pada saat masih berada pada tanaman dilapangan, tanpa mengumpulkan terlebih dahulu kedalam lubang tanah, tidak dibenarakan. Adanya sedikit angain yang dipicu oleh api, sangat berperan dalam menyebarkan spora jamur karat, disamping juga dapat membahyakan tanaman disekitarnya.
6.       Penanaman alabsia baru hendaknya dilakukuan di lokasi dibawah 300 m dpl menggunakan bibit yang kuat, dilokasi yang tidak lembab dan terbuka. Pada hari pertama semai dipindahkan dilapangan, perlu dilakukan penyemprotan dengan fungisida protektan. Penyermprotan dilakukan 5-6 hari sekali selama 1 bulan, dilanjutkan 2 minggu sekali selama 1 bulan sekali selama 6 bulan. Bagian yang disemprot diutamakan pada bagian pucuk yang jaringanya masih muda dan mudah terinfeksi oleh jamur karat penyebab penyakit  karat tumor.
7.       Monitoring secara intensif pada tanaman muda untuk segera menghilangkan inokulum jamur di lapangan agar tidak menyebar dan berkembang, perlu dilakukan secara serius. Petugas monitoring ataupun petani, perlu mendapatkan pelatihan khusus untuk mengenali dan menghilangkan inokulum di lapangan, agar hasilnya dapat optimal.

PADA TANAMAN TUA
1.       Penjarangan tanaman perlu dilakukan antara lain untuk meningkatakan jumlah sinar matahari yang masuk dan mengurangi kelembaban, sehingga mengurangi resiko serangan karat tumor. Penjarangan diprioritaskan untuk mengeluarkan tanaman yang pertumbuhanya kurang baik, tertekan atau telah menunjukan gejala karat tumor pada tingkat lanjut.
2.       Pemangkasan cabang (pruning) untuk menghilangkan karat tumor hanya efektif dilakukan apabila gejala terletak pada cabang atau ranting. Teknik pemotongan bagian tanaman yang terkena serangan jamur karat tumor harus dilakukan secara tepat. Teknik yang tidak tepat, seperti misalnya hanya mengupas tumor dari cabang atau batang tanaman saja, justru akan menimbulkan infeksi yang berulang dan memperparah tingkat serangan berikutnya.
3.       Tumor pada tanaman dewasa  umumnya berada pada cabang, ranting dan batang. Apabila letak tumor masih rendah dan mampu dijangkau oleh galah, maka pemangkasan cabnag dengan alat bantu ini dapat dilakukan untuk mengurangi jumlah tumor di lapangan. Kegiatan disarankan hanya dilakukan pada pohon yang masih prospektif pertumbuhanya. Sedangkan pada pohon yang pertumbuhanya jelek dan tidak memiliki nilai ekonomis lagi, penebnagn sangan dianjaurkan.
4.       Tumor pada bagian batang tanaman dewasa, terutama pada bagian atas, dapat menyebabkan batang tanaman mudah patah, terutama apabila terjadi hujan lebat dengan angin kencang. Dengan demikian, tanaman dewasa yang batangnya ditumbuhi dengan tumor yang intensif sebaiknya ditebnag. Kemungkinan besar telah laku dijual. Adapun bagian yang mengandung tumor dipotong dan ditimbun dalam tanah.
5.       Tanaman dewasa di lapangan yang telah menunjukan gejala lanjut, sehingga seluruh tanaman kering dan menghitam, harus segera ditebang dan dimusnahkan. Tanaman seperti ini selain secara estetika tidak baik untuk pemandangan juga mungkin berpotensi mengundang hama atau penyakit sekuder lain yang memanfaatkan tanaman yang telah mati tersebut. Pembakaran tanaman yang telah kering dan menghitam sangat dianjurkan, karena tanaman ini sudah tidak mengandung spora aktif. Dengan demikian, penyebaran spora yang tidak aktif relative tidak membahayakan lingkungan dan tanaman di sekitarnya.


Sumber : Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Banjarnegara

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Ochan | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls